Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Bencana Alam Berita

Wikipedia Ungkap Data, Gempa di Desa Cibeureum, Kec.Cugeunang, Cianjur Lumpuhkan Sektor Pertanian

ahadtimes.id, Cianjur, Mengutip data Wikipedia.com bahwa gempa di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugeunang, Kabupaten Cianjur mampu melumpuhkan sektor pertanian yang merupakan potensi ekonomi utama wilayah tersebut.

Tepatnya Kampung Cibeureum, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur hancur diguncang gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo.

Kini hiruk pikuk aktivitas warga Kampung Cibeureum yang menurut Wikipedia sebagian besar adalah buruh tani dan petani sekejap saja hilang.

Desa Cibeureum dengan luas wilayah 373.000 Ha ternyata memiliki potensi ekonomi utama dibidang pertanian dan perkebunan (agrobisnis terkenal sayur-sayuran, pisang sunpride, kebun jamur tiram, bunga asli untuk diekspor ke Jepang mis: crysant, cabe rawit, kucai).

Selanjutnya bidang perikanan, peternakan, Industri Olahan dan Industri Kreatif. Tidak disangka menurut laman Ensiklopedia Bebas tersebut wilayah ini memiliki wisata alam seperti sungai Ciherang, Curug Coblong, Camping Ground di hutan desa dipalalangorn dan kebun bunga.

75% dari total penduduk di Desa Cibeureum berprofesi sebagai petani yang berikutnya buruh tani.

Headline mediaasuransinews.co.id menulis risiko kerugian gempa Cianjur Rp1.601 triliun dengan potensi klaim asuransi Rp38,5 Triliun.

Pemandangan memilukan dari tenda pengunsian yang dibangun sederhana dan seadanya menjadi keseharian kehidupan warga terdampak gempa disana sejak awal bencana 21 November 2022 lalu.

Dikutip dari laman BNPM, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan adanya penambahan korban jiwa yang telah ditemukan.

“Per hari ini, 271 jenazah sudah teridentifikasi. Pencarian dan evakuasi gabungan dari tim SAR, BNPB, BPBD, TNI/POLRI dan relawan lebih dari 1.000 personil. Hasilnya menemukan empat orang, tiga meninggal dunia di Cugenang dan satu selamat. Masih ada korban hilang 40 orang,” ujar Suharyanto saat melakukan keterang pers di Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11).

Beliau menambahkan data ini dari puskesmas dan Rumah Sakit di Cianjur, akan ditelusuri apakah termasuk yang sudah dimakamkan oleh keluarganya.

Sejumlah bangunan fasilitas umum rusak berat, antara lain, 31 unit sekolah, 124 tempat ibadah, tiga fasilitas kesehatan dan tiga belas gedung perkantoran.

Belum bisa diketahui sampai kapan recoveri dapat berjalan dengan baik, dikarenakan terjadinya gempa susulan yang saat ini masih terus muncul.(Ryu)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *