AHADTIMES.ID – Dewan Da’wah Islamiyah Kota Bekasi menggelar diskusi bertajuk “Strategi Pembebasan Palestina” di Masjid Al Muslimin, Jl Raya Sultan Agung. Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh Islam ini menyoroti peran penting Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina dan mengevaluasi strategi yang telah digunakan selama beberapa dekade terakhir.
Dalam diskusi tersebut, Ustaz Ahmad Salimin Dani, Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Kota Bekasi, menekankan pentingnya peran umat Islam Indonesia dalam mendukung Palestina.
“Perang yang terjadi saat ini bukanlah perang konvensional, melainkan perang proxy yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat melawan kekuatan Islam. Ini bukan hanya tentang Palestina, tapi tentang seluruh umat Islam yang akan bersatu membela Palestina,” ujar Ustaz Salimin Dani
Ustaz Salimin Dani juga menekankan perlunya edukasi kepada para asatid dan umat Islam mengenai situasi ini, serta pentingnya mendukung perjuangan Palestina dengan niat tulus mencari ridha Allah.
“Kelompok kecil ini akan dimenangkan oleh Allah, bukan karena jumlahnya, tapi karena niatnya yang tulus untuk mencari ridha-Nya,” tambahnya.
Evaluasi Strategi Konvensional
Pizaro Gozali Idrus, Direktur Baitul Maqdis, dalam paparan materinya menyoroti bahwa strategi konvensional yang telah digunakan selama 20 hingga 30 tahun terakhir perlu dievaluasi.
“Apa yang didapat dari strategi konvensional itu?” tanyanya, merujuk pada hasil yang hanya bersifat sementara dan kurang efektif dalam mencapai tujuan pembebasan Palestina.
Ia menyarankan agar Indonesia menggalang dukungan dari negara-negara yang secara konsisten mendukung Palestina, seperti Afrika Selatan, Spanyol, dan Irlandia. “Indonesia bisa mengambil inisiatif dalam membentuk aliansi internasional untuk pembebasan Palestina,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan pembentukan aliansi negara-negara yang memiliki pandangan serupa dalam mendukung Palestina, mirip dengan gerakan non-blok yang pernah dibentuk oleh Bung Karno.
“Indonesia memiliki sejarah kuat dalam memimpin gerakan non-blok, dan inisiatif serupa bisa dilakukan lagi untuk mendukung Palestina,” jelasnya.
Selain itu, Pizaro menyoroti peran beberapa negara Islam yang memiliki pengaruh besar, seperti Qatar dan Iran.
“Qatar, meskipun negara kecil, memiliki kontra intelijen yang sangat kuat dan mendukung berbagai kelompok oposisi di dunia Islam,” katanya.
Namun, ia juga mengkritik kelemahan keamanan Iran, yang sering menjadi target serangan oleh Israel. “Iran ini sangat lemah secara keamanan, dan tampaknya kelemahan ini telah dibaca oleh Israel,” tambah Pizaro.
Diskusi yang dihadiri oleh berbagai tokoh Islam ini menegaskan pentingnya evaluasi strategi dan pengembangan pendekatan baru dalam mendukung perjuangan Palestina. Ustaz Ahmad Salimin Dani dan Pizaro Gozali Idrus sependapat bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam menggalang dukungan internasional dan membentuk aliansi yang kuat untuk mendukung Palestina.









