Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita event Literasi

Gen Z Diajak Jadi Pelopor Dakwah Digital, Sekolah Dai Azura Bekali Peserta Peran Strategis Media Sosial

BOGOR – Generasi Z memiliki peluang besar menjadi pelopor dakwah di ruang digital. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, anak muda Muslim dituntut tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga mampu menghadirkan narasi kebaikan yang mencerahkan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Pemimpin Redaksi Ummat TV Networking, Anwar Aras, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Sekolah Dai Azura (SADAR) yang berlangsung di Masjid Azura, Kemang, Kabupaten Bogor, Jumat (11/7/2026). Dalam kesempatan itu, Anwar membawakan materi bertajuk “Peran Media dalam Dakwah ke Gen Z”.
Kegiatan diikuti sekitar 15 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, santri Sekolah Dai Azura (SADAR), hingga pelajar SMK dari Cibitung, Karawang, dan Banten.
Dakwah Tak Lagi Terbatas di Mimbar
Anwar Aras yang juga merupakan pengurus Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) Pusat menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara berdakwah.
Menurutnya, media sosial kini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan Islam kepada masyarakat luas, terutama generasi muda yang sangat akrab dengan dunia digital.
“Anak-anak muda hari ini adalah generasi yang sangat dekat dengan gadget. Karena itu, perangkat yang ada di tangan mereka harus menjadi wasilah untuk menyebarkan kebenaran, bukan sekadar sarana hiburan,” ujarnya.
Ia menilai dakwah di era digital tidak lagi terbatas pada mimbar masjid atau majelis taklim, melainkan dapat dilakukan melalui berbagai platform media sosial dengan pendekatan yang kreatif dan relevan.
Hadirkan Konten Positif di Tengah Banjir Informasi
Dalam pemaparannya, Anwar mengingatkan bahwa ruang digital saat ini dipenuhi beragam informasi, mulai dari konten negatif, hoaks, hingga paham-paham yang dapat menyesatkan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak generasi muda Muslim untuk mengambil peran sebagai produsen konten positif yang mampu menjadi penyeimbang di tengah derasnya arus informasi.
“Minimal buatlah konten-konten positif sesuai kemampuan yang dimiliki. Kalau ruang digital dipenuhi pesan-pesan kebaikan, maka kita ikut mengambil bagian dalam menyebarkan dakwah,” katanya.
Menurutnya, dakwah digital tidak harus diawali dengan peralatan yang mahal atau produksi yang rumit. Konsistensi dalam menyampaikan pesan yang bermanfaat jauh lebih penting dibandingkan kemewahan teknis sebuah konten.
Literasi Digital Jadi Bekal Penting
Selain kemampuan membuat konten, Anwar juga menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda.
Ia berharap peserta memiliki kemampuan untuk memverifikasi informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi yang belum tentu benar.
“Setidaknya setelah mengikuti materi ini mereka tahu apa yang harus dilakukan ketika menemukan konten negatif. Minimal ada filter dalam dirinya sebelum menerima ataupun menyebarkan sebuah informasi,” jelasnya.
SADAR Siapkan Dai Selama Dua Tahun
Sementara itu, Penanggung Jawab Daurah SADAR, Tirdmidzi, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut merupakan pembekalan awal bagi peserta angkatan kedua sebelum memasuki pendidikan reguler.
Selama dua tahun ke depan, para peserta akan mendapatkan pembinaan yang menitikberatkan pada penguatan ruhiyah, pendalaman ilmu-ilmu keislaman, serta pengembangan potensi sesuai bakat masing-masing.
“Kami berharap pembekalan ini menjadi fondasi awal bagi para peserta. Setelah menyelesaikan pendidikan nanti, mereka diharapkan kembali ke tengah keluarga dan masyarakat sebagai dai yang siap berdakwah serta memberikan manfaat sesuai potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Mencetak Dai yang Adaptif di Era Digital
Melalui program pembinaan tersebut, Sekolah Dai Azura (SADAR) berkomitmen melahirkan kader-kader dai yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu memanfaatkan media digital secara bijak sebagai instrumen dakwah yang efektif.
Di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat, kemampuan menguasai media digital dinilai menjadi salah satu kompetensi penting bagi para dai agar pesan-pesan Islam dapat menjangkau generasi muda secara lebih luas, relevan, dan mencerahkan.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *