Ahadtimes.id, Bekasi, Sebuah narasi edukasi kontemporer yang disampaikan melalui workshop ke 20 kota di Indonesia oleh Ustadz Rendy Saputra tentang literasi keuangan dan zakat, “Financial And Zakat Literacy” untuk para pedagang atau pengusaha dimulai sejak awal Ramadhan 1445 H lalu.
Rendy Saputra atau biasa dengan sapaan akrab kang Rendy pada ramadhan kali ini mendedikasikan dirinya untuk memberikan narasi yang berfokus kepada edukasi keuangan dan zakat kepada para enterpreneurship.
Gelar rangkaian dakwah literasi keuangan dan zakat ini di selenggarakan oleh Surgakan Indonesia dengan Alquran sampaikan kepada 5 titik daerah dakwah pada setiap Kota nya.
Susunan acara dimulai dari Tausyiah bada Dzuhur, lanjut ke acara puncak yaitu Mini Workshop, kemudian ceramah tarawih hingga open house berdiskusi membedah problematika zakat untuk para pengusaha.
URS membuka diskusi dengan problematika kesenjangan status ekonomi di masyarakat saat ini, ketika pemberdayaan umat hanya didorong dari segi entrepreneurship saja.
“Kalau misalnya pemberdayaan umat ini kita hanya dorong dari segi entrepreneurship atau perdagangan, itu pasti ada yang kaya banget terus ada yang jatuh sederhana tuh bahkan, gak bisa fit to market atau miskin itu udah natural alamiyah.” ujar URS di depan peserta diskusi
URS juga menyampaikan hal ini juga terjadi di era dakwah nabi Muhammad, namun kesenjangan itu tidak terjadi karena adanya “distribusi kekayaan” yang diselenggarakan oleh baitul mal.
“Karena di zaman nabi juga kejadian, di zaman nabi itu ada para sahabatnya yang kaya banget, ada juga yang tidak fit to market karena memang hasratnya pada ilmu, cuma mereka hidup layak..nah ini karena adanya “Wealth Distribution” ( distribusi kemakmuran ).” Ujar URS.
Proses distribusi kekayaan yang terjadi pada zaman nabi, menurut URS, ketika para sahabat yang berlebih kekayaannya itu menyetorkan sebagian kekayaanya ke baitul maal kemudian baitul maal mendistribusikannya kepada para sahabat yang tidak Fit to market atau miskin tadi.

Perum Citra gran Kluster Nusa Dua blok E 10 no 11, kec. Jatisampurna, Kota Bekasi, pada kamis, 21 Maret 2024 lalu.
URS mengungkapkan contoh kasus dalam sejarah saat islam berjaya, seorang sahabat, Abdullah Ibnu Abbas yang sejak kecil mendedikasikan dirinya belajar ilmu bersama Rasulullaah, kemudian ketika kekhalifahan Umar Bin Khattab, Ibnu Abbas diangkat menjadi penasehat kekhalifahan, dengan “gaji” yang besar.
“Jadi PR umat islam sekarang itu ada 2 sebenarnya selain mendorong pilar perdagangan, entreprenership dan juga harus membangun pilar Wealth Distribution (Distribusi Kemakmuran ) …Nah salah satu Wealth distribution yang sebenarnya ALLAH paksa mutar itu sebetulnya bukan infaq dan wakaf, tapi Zakat.” Ujar URS menegaskan inti pembicarannya.
URS menegaskan karena Zakat ini (dalam Al Quran) kalimatnya tarik, yang akan merusak harta halal bila tidak ditunaikan.
“Karena Zakat ini (dalam Al Quran) kalimatnya tarik, gak keluar merusak harta halal…keras itu. Bahkan di 9:34 (QS At-Taubah : 34 ) itukan gak mengeluarkan 2,5% kan dianggap penimbun.” tegas URS
Menurut beliau banyak pengusaha muslim yang belum memahami bagaimana menunaikan zakat dengan perhitungan yang benar, khusus bagi pengusaha atau pedagang.
“Zakat Maal pada Perdagangan : 2,5% x [(cash+stok+piutang) – hutang jatuh tempo dalam setahun … nah Setahun sekali, secuil aja.” ujar URS menjelaskan rumus dari perhitungan zakat yang tepat bagi pengusaha atau pedagang ketika mini worshop di kediaman pengusaha Cureal Herba,
Perum Citra gran Kluster Nusa Dua blok E 10 no 11, kec. Jatisampurna, Kota Bekasi, pada kamis, 21 Maret 2024 lalu.
Anggy F. Sulaiman selaku R&D SIDAQ menyampaikan bahwa perjalanan dakwah ke 20 kota ini membawa narasi yang sebelumnya disampaikan oleh SIDAQ yaitu mengenai Literasi keuangan dan zakat.
“Masjid Ismuhu Yahya berkolaborasi dengan Abi Rendy ( URS – Ustadz Rendy Saputra ), melalui gerakan SIDAQ – Surgakan Indonesia Dengan Al Quran kali ini menyapaikan narasi Financial And Zakat Literacy, yang pertama kali tour ke 20 kota.” Ujar Anggy. (RYU)









