Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita event Nasional

Jambore 100 Tahun Gontor: Ajang Pertama Pramuka Muslim Dunia di Indonesia

Ahadtimes.id, Jakarta – Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Pondok Pesantren Gontor, Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, MA, mengumumkan secara resmi penyelenggaraan World Muslim Scouts Jamboree (WMSJ) 2025 yang akan digelar di Indonesia. Acara ini menjadi bagian dari perayaan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor, dan merupakan ajang pertama pramuka muslim dunia yang akan diselenggarakan di Indonesia.Dalam konferensi pers yang digelar di D’UUS Coffee, Jakarta, pada Rabu, 14 Agustus 2025, Prof. Husnan Bey Fananie menjelaskan pentingnya acara ini sebagai perayaan luar biasa yang bukan hanya untuk Gontor, tetapi juga untuk Indonesia dan dunia.

“Pramuka setiap tahun ada ulang tahun Hari Pramuka, tetapi 100 tahun Pondok Pesantren Gontor hanya terjadi satu abad sekali. Oleh karena itu, kita akan mengadakan acara yang sangat luar biasa, bukan hanya buat Gontor tapi juga buat Indonesia secara menyeluruh,” ujarnya.

WMSJ 2025 akan menjadi ajang besar yang melibatkan pramuka dari berbagai negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Acara ini akan berlangsung di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, dan diharapkan dihadiri oleh 15.000 hingga 20.000 peserta dari pesantren-pesantren, sekolah-sekolah Islam, dan 57 negara anggota OKI.

Prof. Husnan juga menjelaskan bahwa perhelatan ini bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa pramuka Indonesia, khususnya pramuka Gontor, adalah pramuka yang kreatif dan maju, dengan anak-anak bangsa yang terdidik dan memiliki karakter kuat.

“Pramuka adalah tempat memproses generasi Indonesia, kader-kader bangsa yang memiliki karakter kepemimpinan, kreativitas, kemandirian, toleransi, serta menjaga dan mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia,” tegasnya.

Dengan tagline “We are Muslim, We are Scout, Civiless, United, and Peace with Love”, WMSJ 2025 membawa pesan bahwa sebagai umat muslim yang beradab dan berperadaban, persatuan dalam membangun kehidupan yang lebih baik adalah hal yang utama. “Ketika sudah berperadaban, maka muncullah kedamaian, kesejahteraan, dan keadilan,” kata Prof. Husnan, menekankan pentingnya nilai-nilai yang diusung oleh jambore ini.

Acara ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk Kwarnas, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Agama, TNI, Polri, dan BNN, serta sektor pariwisata. “Pramuka bukan hanya milik Pramuka, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prof. Husnan, menegaskan bahwa pramuka adalah bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jambore ini akan menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat citra pramuka di kancah internasional dan menunjukkan kepada dunia bahwa pramuka Indonesia, dengan segala keberagaman dan nilai-nilai kebangsaan yang dijunjung, siap berkontribusi untuk perdamaian dunia. (RYU)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *