MER-C Serukan Penghentian Serangan dan Blokade Gaza: “Ini Kejahatan Kemanusiaan”
Ahadtimes.id, Jakarta – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Dalam konferensi pers yang digelar di kantor pusat MER-C, Jakarta, Jumat (11/4/2025), Ketua Presidium MER-C, Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em., mengecam keras serangan dan blokade Israel yang telah menyebabkan krisis kesehatan berskala katastropik di Gaza.
“Ini bukan bencana alam yang datang tiba-tiba. Ini adalah hasil dari serangan sistematis dan blokade yang terus berlangsung, yang mengakibatkan penderitaan luar biasa bagi masyarakat Gaza,” ungkap Dr. Hadiki dalam keterangannya.
MER-C yang secara rutin mengirimkan tim medis ke Gaza sejak Maret 2024, menyatakan bahwa kondisi kesehatan di wilayah tersebut telah mencapai titik nadir. Blokade terhadap pasokan makanan, kebutuhan dasar, hingga obat-obatan telah memperparah situasi.
Lebih lanjut, Dr. Hadiki menegaskan bahwa serangan yang menyasar tenaga kesehatan—baik warga Palestina maupun relawan asing—adalah bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan merupakan kejahatan kemanusiaan.
“Atas nama kemanusiaan, kami menyerukan agar serangan ini segera dihentikan. Blokade harus dibuka agar masyarakat Gaza dapat memperoleh hak-hak dasarnya sebagai manusia,” tegasnya.
MER-C bersama relawan Indonesia akan terus menyuarakan kondisi Gaza dan mendesak dunia internasional untuk bertindak tegas menghentikan agresi serta membuka jalur kemanusiaan. Aksi damai dan amplifikasi media diharapkan dapat mendorong solidaritas masyarakat Indonesia dan dunia terhadap krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.









