Strategi Kolaboratif dan Edukatif Pajak, Pengusaha Kuliner Gunanjar Subarkah Dorong Sinergi Pengusaha–Bapenda
BEKASI — Pendekatan kolaboratif dan edukatif dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kepatuhan pajak di kalangan pengusaha, khususnya sektor kuliner. Hal tersebut disampaikan pengusaha kuliner Gunanjar Subarkah, usai menerima Piagam Penghargaan Pengusaha Taat Pajak atas kepatuhannya dalam menjalankan kewajiban perpajakan. (2/6/26)

Menurut Gunanjar, selama ini pajak kerap dipersepsikan sebagai beban dan momok bagi pelaku usaha. Padahal, dengan strategi yang tepat, pajak justru dapat menjadi bagian dari ekosistem usaha yang sehat dan saling menguatkan.
“Pajak tidak seharusnya ditakuti. Jika dikonsep secara kolaboratif dan edukatif, pajak bisa menjadi satu kesatuan dengan dunia usaha,” ujarnya.
Gunanjar Subarkah menekankan pentingnya perubahan pendekatan dari otoritas pajak, khususnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), yang tidak hanya berfokus pada pemungutan, tetapi juga pada edukasi dan dukungan kepada pengusaha. Salah satu strategi yang diusulkannya adalah pemanfaatan media sosial sebagai sarana branding bagi pelaku usaha yang telah terdaftar dan taat pajak.
“Restoran atau rumah makan yang sudah patuh pajak bisa dipromosikan secara positif. Ini bukan sekadar apresiasi, tapi juga edukasi publik bahwa kepatuhan pajak membawa nilai tambah bagi usaha,” jelasnya.
Gunanjar menilai, strategi tersebut akan menciptakan hubungan yang lebih humanis antara pengusaha dan otoritas pajak. Dengan adanya rasa dirangkul, pelaku usaha diharapkan tidak lagi menghindari kewajiban pajak, melainkan justru aktif membangun komunikasi dengan kantor pajak.
“Tujuannya agar pengusaha datang dengan kesadaran sendiri, bukan karena takut. Kalau sudah begitu, sinergi akan terbangun,” katanya.
Ia optimistis, kolaborasi yang sehat antara pengusaha dan pemerintah daerah akan berdampak langsung pada perputaran ekonomi. Ketika kepatuhan meningkat dan usaha berkembang, kontribusi terhadap pendapatan daerah pun akan semakin optimal.
“Kalau saling mendukung, pengusaha tumbuh, pajak jalan, dan ekonomi daerah ikut bergerak,” pungkasnya.









