Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita Opini Tausyiah Tokoh

UBN Gaungkan Spirit Badar di I’tikaf Strategic Camp 2026: Saatnya Umat Bangkit dengan Iman dan Strategi

JAKARTA — Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia, Bachtiar Nasir, menegaskan pentingnya menghidupkan kembali semangat perjuangan umat Islam melalui konsep Spirit Badar dalam kegiatan I’tikaf Strategic Camp (ISC) 2026.


Hal tersebut disampaikan Bachtiar Nasir dalam konferensi pers di Masjid Raya Al-Ittihaad Tebet, Kamis (12/3/2026) menjelang berbuka puasa.
Menurutnya, kegiatan i’tikaf yang digelar pada 10 malam terakhir Ramadhan ini tidak hanya berfokus pada ibadah spiritual, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi pemikiran umat dalam menghadapi tantangan zaman.
“Spirit Badar harus kita hidupkan kembali. Perang Badar mengajarkan bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh jumlah, tetapi oleh keimanan, persatuan, dan strategi,” ujar Bachtiar Nasir.
I’tikaf sebagai Momentum Kebangkitan Umat
Bachtiar menjelaskan bahwa I’tikaf Strategic Camp 2026 dirancang sebagai forum pembinaan yang memadukan penguatan spiritual dengan diskusi strategis tentang masa depan umat Islam.
Ia menilai Ramadhan, khususnya sepuluh malam terakhir, merupakan momentum terbaik untuk melakukan refleksi mendalam sekaligus merumuskan langkah-langkah besar bagi kebangkitan umat.
“Ramadhan bukan sekadar ibadah ritual. Ini momentum perubahan, momentum untuk menata kembali arah perjuangan umat,” katanya.
Dalam kegiatan ISC tersebut, peserta diajak untuk memperkuat spiritualitas melalui ibadah i’tikaf sekaligus mendiskusikan berbagai isu strategis yang dihadapi umat Islam di tingkat global.
Soroti Dinamika Geopolitik Dunia Islam
Dalam sesi tanya jawab bersama media, Bachtiar Nasir juga menyinggung dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk konflik yang berkaitan dengan Palestina.
Menurutnya, banyak konflik yang terjadi di kawasan tersebut tidak semata-mata dipicu oleh masyarakat, tetapi juga dipengaruhi oleh kepentingan geopolitik dan persaingan kekuatan global.
Karena itu, ia menilai umat Islam perlu memahami dinamika geopolitik secara lebih mendalam agar mampu merespons berbagai perkembangan global secara bijak dan strategis.
“Umat harus memiliki kesadaran geopolitik. Banyak konflik yang terjadi merupakan bagian dari pertarungan kepentingan global,” ujarnya.
Menyiapkan Generasi Masa Depan
Selain itu, Bachtiar Nasir juga menekankan pentingnya menyiapkan generasi masa depan yang memiliki kesadaran peradaban dan visi jangka panjang.
Ia berharap kegiatan seperti I’tikaf Strategic Camp dapat melahirkan generasi muslim yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir strategis dalam menghadapi perubahan dunia.
“Program seperti ini kita siapkan bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan umat dan generasi mendatang,” katanya.
Melalui semangat Spirit Badar, Bachtiar Nasir berharap umat Islam mampu membangun kembali kekuatan spiritual, solidaritas, serta strategi kolektif untuk menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *