Ustadz Bachtiar Nasir Kecam Serangan Brutal Israel di Gaza: “Genosida Kemanusiaan Kembali Terjadi”
Madinah, Ahadtimes.id– Ustadz Bachtiar Nasir dengan tegas mengecam serangan brutal yang kembali dilakukan militer Israel ke sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada Selasa (18/3) dini hari. Dalam pernyataannya, ia menyoroti tindakan tidak manusiawi yang telah merenggut ratusan nyawa warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan.
“Genosida kemanusiaan kembali terjadi di Gaza. Sebanyak 2,4 juta penduduk yang seharusnya merasakan kedamaian di bulan Ramadan justru menghadapi serangan tanpa ampun. Dalam hitungan jam, lebih dari 430 rakyat sipil gugur, umumnya anak-anak dan perempuan. Puluhan rumah hancur, bahkan sekolah di Rafah pun tak luput dari serangan. Sementara itu, 700 lainnya mengalami luka berat,” ujar Ustadz Bachtiar Nasir, di sela kegiatan ibadah Umroh di Madinah.
Ia juga menyoroti sikap diam dunia internasional, terutama Amerika Serikat, yang dinilainya membiarkan serangan ini terus terjadi.
“Dunia diam. Amerika bungkam. Selama dua pekan terakhir, kejahatan ini terus berlangsung, dan karena tidak ada larangan dari Amerika, genosida kembali terjadi. Untuk itu, dunia tidak boleh diam. Semua rakyat, termasuk pemerintahannya, harus bersuara dan bertindak,” tegasnya.
Dalam momentum Ramadan ini, ia mengajak seluruh umat Islam untuk mendoakan rakyat Gaza dan berharap ada pertolongan dari Allah SWT.
“Kita semua harus bergerak, minimal dalam bentuk doa. Semoga mereka mendapatkan pertolongan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, kekuatan dari para malaikat, dan dukungan dari manusia yang masih memiliki rasa kemanusiaan. Media juga harus terus menyebarkan kebenaran dan jangan biarkan rakyat Gaza sendirian,” tambahnya.
Serangan terbaru ini semakin menambah penderitaan rakyat Gaza yang telah lama hidup dalam blokade dan agresi militer. Banyak pihak dari komunitas internasional, aktivis kemanusiaan, hingga organisasi hak asasi manusia terus menyerukan penghentian kekerasan dan genosida di Palestina.
Dengan meningkatnya eskalasi serangan, dunia kembali dihadapkan pada dilema besar: tetap diam atau bertindak untuk menghentikan penderitaan rakyat Gaza.









