Ustadz Bachtiar Nasir Ungkap Intervensi Zionisme di Lembaga Islam Indonesia
Ahadtimes.id – Jakarta, Dalam acara PRESSCON INDONESIA PEACE CONVOY yang diadakan pada Sabtu, 20 Juli 2024, Ustadz Bachtiar Nasir memberikan pernyataan mengejutkan di depan awak media. Beliau menyebut adanya intervensi Zionisme di lembaga-lembaga Islam di Indonesia, yang terbongkar berkat kepergian lima anak muda ke luar negeri.
Ustadz Bachtiar Nasir mengungkapkan, “Ya, memang ini seperti kotak Pandora yang terbongkar ya, lima orang anak muda yang pergi ke sana itu. Saya juga kaget, terus terang saya juga kaget, bahwa kemudian ini menjadi pintu masuk bagi sebagian orang ya, untuk membongkar gurita Zionisme di Indonesia.”
Lebih lanjut, beliau menyoroti keterlibatan tokoh-tokoh yang datang khusus untuk mengadvokasi Israel dan sudah akrab dengan lembaga-lembaga Islam di Indonesia, baik kampus maupun masjid. “Ternyata saya juga kaget ya, bahwa lembaga-lembaga Islam ini, baik kampusnya sampai masjidnya, ternyata sudah akrab dengan tokoh yang memang datang khusus untuk mengadvokasi Israel di Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga : Deklarasi Peace Convoy
Ustadz Bachtiar Nasir juga mempertanyakan motif di balik penerimaan tokoh-tokoh tersebut, apakah atas nama moderasi beragama atau dialog lintas iman. Beliau berharap masyarakat dan netizen akan lebih kritis setelah mengetahui fakta ini. “Saya kira setelah ini, akan banyak yang melek, setelah ini. Dan mungkin, seperti halnya netizen, masyarakat juga mungkin tidak diam kali,” tambahnya.
Beliau juga menyebutkan bahwa penelitian mengenai Zionisme di Indonesia telah lama ada, namun momentumnya baru dirasakan sekarang. “Kalau kita bicara penelitian seputar Zionisme di Indonesia, kan tulisannya Parasidi, tulisannya Zia Tamolani, dan majalah-majalah khusus menyebarkan ini kan sudah lama. Tapi mungkin momentumnya yang belum dapet. Sekarang ini momentumnya kiranya semua yang dibongkar dulu itu ternyata betul-betul fakta,” jelasnya.
Ustadz Bachtiar Nasir menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa intervensi Zionisme bukan hanya melukai kemanusiaan, tetapi juga merusak agama. “Jadi, bahkan orang awam pun sekarang jadi nyambung gitu. Kalau dulu barangkali belum ada. Ya, di kalangan pemikir aja lah ya. Sangat eksklusif. Sekarang, wah terbuka. Jadi bukan cuma kemanusiaan yang dilukai. Agama pun ternyata dirusak lewat jalurnya. Wallahu A’lam Bishawab,” pungkasnya. (RYU)









