António Guterres: Islamofobia Meningkat, Dunia Harus Bersatu Melawan Intoleransi
Ahadtimes.id – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya Islamofobia di seluruh dunia. Dalam pernyataannya yang diunggah secara resmi oleh PBB pada 9 Maret 2025, Guterres menekankan bahwa banyak umat Muslim menghadapi diskriminasi, pengucilan, dan bahkan kekerasan saat menjalankan ibadah, termasuk di bulan suci Ramadan.
“Kita menyaksikan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam kefanatikan anti-Muslim, mulai dari diskriminasi rasial dan kebijakan diskriminatif yang melanggar hak asasi manusia hingga kekerasan langsung terhadap individu dan tempat ibadah,” ujar Guterres.

Menurutnya, fenomena ini merupakan bagian dari ancaman intoleransi yang lebih luas, di mana ideologi ekstremis dan serangan terhadap kelompok agama semakin meningkat. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap satu kelompok dapat mengancam hak dan kebebasan semua orang.
Lihat Video Pesan António Guterres di sini
Seruan untuk Tindakan Global
Guterres mengajak pemerintah, platform daring, dan masyarakat luas untuk mengambil langkah konkret dalam memerangi Islamofobia dan segala bentuk intoleransi.
- Pemerintah diharapkan membangun kohesi sosial dan melindungi kebebasan beragama.
- Platform daring diminta untuk lebih aktif dalam mengurangi ujaran kebencian dan pelecehan.
- Masyarakat harus bersatu dalam menolak fanatisme, xenofobia, dan diskriminasi dalam berbagai bentuknya.
“Pada Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia ini, mari kita bekerja sama untuk menegakkan kesetaraan, hak asasi manusia, dan martabat, serta membangun masyarakat yang inklusif di mana setiap orang, apa pun keyakinannya, dapat hidup dalam damai dan harmoni,” pungkasnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat bagi dunia bahwa perjuangan melawan Islamofobia bukan hanya tanggung jawab umat Muslim, tetapi tanggung jawab bersama demi mewujudkan dunia yang lebih adil dan toleran.









