Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita event Info Halal

Halal Connect 2026, LPPOM DKI Jakarta Perkuat Ekosistem Bisnis Halal Menuju Pasar Global

JAKARTA — Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) DKI Jakarta menggelar Halal Connect 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem bisnis halal sekaligus memperluas akses pasar produk halal Indonesia ke tingkat global.

Mengusung tema “Sinergi Membangun Ekosistem Bisnis Halal Menuju Pasar Global”, kegiatan tersebut berlangsung di The Acacia Hotel Jakarta, Selasa (3/11/2026). Acara ini mempertemukan sekitar 100 peserta dari berbagai sektor, mulai dari pelaku usaha, pemasok bahan baku, peritel, pemerintah, perbankan, hingga mitra strategis.

Direktur LPPOM DKI Jakarta, drg. H. Deden Edi S., M.M., mengatakan Halal Connect menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai mitra potensial. Melalui forum tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi konkret yang mampu meningkatkan daya saing produk halal.

“Halal Connect bukan sekadar forum silaturahmi, tetapi menjadi wadah mempertemukan pelaku usaha dan mitra strategis untuk membangun kerja sama nyata, meningkatkan daya saing, dan membawa produk halal Jakarta ke pasar global,” kata Deden.

Menurutnya, penguatan ekosistem bisnis halal membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sertifikasi halal perlu diikuti dengan peningkatan kualitas produk, penguatan jaringan distribusi, serta perluasan akses pemasaran agar pelaku usaha mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

LPPOM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menegaskan bahwa peran LPPOM tidak hanya berkaitan dengan penerbitan sertifikat halal. Lebih dari itu, lembaga tersebut turut mendorong pelaku usaha untuk menjaga kualitas dan konsistensi kehalalan produk sekaligus mengembangkan kapasitas bisnis.

“Tugas LPPOM tidak berhenti pada penerbitan sertifikat halal. Kami ingin pelaku usaha terus menjaga kualitas dan kehalalan produk, naik kelas, serta memperluas pasar,” ujar Muti.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menjadikan sertifikasi halal sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Dengan kualitas produk yang terjaga dan sistem jaminan halal yang konsisten, pelaku usaha diharapkan memiliki kepercayaan lebih besar dari konsumen dan mitra bisnis.

Halal Connect 2026 juga menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan dukungan berbagai institusi yang memiliki kapasitas dalam pembiayaan, pendampingan, pengembangan produk, dan pemasaran.

Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk 1.050 Pelaku Usaha

Salah satu agenda penting dalam Halal Connect 2026 adalah penyerahan dukungan fasilitasi sertifikasi halal bagi 1.050 pelaku usaha.

Dukungan tersebut berasal dari Maybank Syariah, Bank Indonesia, dan PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas kesempatan pelaku usaha dalam memperoleh sertifikasi halal sekaligus memperkuat daya saing produk mereka.

Selain fasilitasi sertifikasi, LPPOM juga memberikan apresiasi kepada sejumlah mitra strategis yang telah berkontribusi dalam pengembangan ekosistem bisnis halal.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan sertifikat halal kepada Rumah Batik Palbatu. Penyerahan ini menjadi salah satu bentuk pengembangan jangkauan sertifikasi halal pada produk dan sektor usaha yang lebih beragam.

LPPOM juga memberikan bantuan peralatan usaha kepada pelaku UMKM di 16 rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi dan mendukung pengembangan usaha masyarakat.

Business Matching Buka Peluang Kemitraan

Rangkaian Halal Connect 2026 turut diisi dengan talkshow lintas sektor dan kegiatan business matching. Kedua agenda tersebut dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis dari berbagai sektor.

Melalui talkshow, peserta memperoleh ruang untuk bertukar wawasan mengenai peluang, tantangan, dan strategi pengembangan bisnis halal. Sementara itu, business matching membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk membangun jaringan, menjajaki kerja sama, serta memperluas akses pemasaran.

Pertemuan langsung antara pelaku usaha, pemasok bahan baku, peritel, lembaga keuangan, dan mitra strategis diharapkan dapat menghasilkan hubungan bisnis yang saling menguntungkan.

Langkah ini menjadi penting karena pengembangan industri halal tidak cukup hanya mengandalkan sertifikasi produk. Diperlukan keterhubungan antarpelaku dalam rantai pasok, dukungan pembiayaan, inovasi produk, dan akses pasar yang berkelanjutan.

Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Industri Halal

Melalui penyelenggaraan Halal Connect 2026, LPPOM DKI Jakarta berharap sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan berbagai mitra strategis dapat terus diperkuat.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pertemuan, tetapi berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.

Dengan penguatan kapasitas usaha, perluasan fasilitasi sertifikasi halal, serta terbukanya jaringan pemasaran, produk halal Indonesia diharapkan semakin kompetitif dan mampu menjangkau pasar internasional.

Halal Connect 2026 sekaligus menegaskan bahwa pengembangan industri halal membutuhkan ekosistem yang terintegrasi. Sertifikasi, kualitas produk, dukungan pembiayaan, dan akses pasar merupakan unsur yang saling melengkapi dalam mendorong pelaku usaha Indonesia naik kelas dan berkiprah di pasar global.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *