Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita Dunia event SAJID

Anis Matta: Diplomasi Indonesia Dorong Timur Tengah Bertransformasi dari Zona Konflik Menjadi Zona Pembangunan

Ahadtimes.id, JAKARTA – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia Muhammad Anis Matta menegaskan bahwa arah kebijakan diplomasi Indonesia di Timur Tengah adalah mendorong kawasan yang selama ini dilanda konflik agar bertransformasi menjadi zona pembangunan. Hal tersebut disampaikannya usai menjadi narasumber dalam SAJID Friday Morning Talk bersama Ketua Umum Sarikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) KH. Bachtiar Nasir di Media Center AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).

Wamenlu RI, Anis Matta dan Ustadz Bachtiar Nasir di panggung SAJID Friday Morning Talk
Wamenlu RI, Anis Matta dan Ustadz Bachtiar Nasir di panggung SAJID Friday Morning Talk, Jumat (10/7/2026).

Dalam wawancara doorstop bersama awak media, Anis Matta menjelaskan bahwa memahami konflik Timur Tengah tidak cukup hanya melihat peristiwa yang sedang berlangsung. Menurutnya, diperlukan pemahaman yang lebih luas mengenai sejarah kawasan, letak geografis, serta strategi geopolitik yang dimainkan negara-negara besar.
“Kita bicara tentang situasi geopolitik. Fokusnya memang ke Timur Tengah, tetapi saya memberikan gambaran yang lebih luas tentang bagaimana memahami konflik dari sisi sejarah, geografi, dan cara negara-negara besar menentukan strategi mereka,” ujar Anis Matta.
Konflik dan Negosiasi Berjalan Bersamaan
Anis Matta menilai ketegangan di Timur Tengah masih akan terus berlangsung. Namun, ia menegaskan bahwa perang dan negosiasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan berjalan secara bersamaan dalam dinamika hubungan internasional.
Menurutnya, setiap aksi militer sering kali menjadi bagian dari strategi diplomasi dalam proses tawar-menawar antarnegara.
“Negosiasi adalah bagian dari perang, dan serangan-serangan seperti ini juga merupakan cara untuk bernegosiasi. Dalam negosiasi selalu ada tarik ulur, adu kekuatan, dan siapa yang memiliki posisi tawar lebih kuat biasanya akan memperoleh keuntungan lebih besar,” jelasnya.
Indonesia Tunda Pembahasan BOP
Dalam kesempatan tersebut, Anis Matta juga menyampaikan bahwa pembahasan mengenai BOP untuk sementara masih ditunda oleh pemerintah.
Ia mengatakan keputusan tersebut telah disampaikan sebelumnya oleh Menteri Luar Negeri RI. Pemerintah memilih menunggu perkembangan hasil berbagai perundingan internasional sebelum melanjutkan pembahasannya.
“Saat ini semuanya masih di-hold dan dipending. Kita melihat terlebih dahulu bagaimana hasil dari proses perundingan yang sedang berlangsung,” katanya.
Delegasi Indonesia Hadiri Pemakaman di Iran
Anis Matta mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri RI bersama rombongan telah bertolak ke Iran untuk menghadiri prosesi pemakaman.
Delegasi Indonesia turut didampingi Ketua MPR RI Ahmad Muzani serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, termasuk dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Menurutnya, rombongan menuju Kota Masyhad dan seluruh perjalanan dilakukan melalui koordinasi diplomatik dengan otoritas terkait.
“Alhamdulillah rombongan telah berangkat dengan seluruh izin yang diperlukan dan sejauh ini tidak ada kendala,” ujarnya.
Hubungan Indonesia dan Iran Tetap Baik
Menanggapi hubungan bilateral Indonesia dan Iran di tengah dinamika kawasan, Anis Matta memastikan hubungan kedua negara tetap berjalan baik.
Ia menegaskan Indonesia tidak memiliki persoalan dalam hubungan dengan Iran. Namun demikian, pemerintah tetap berhati-hati mengingat konflik yang berkembang melibatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, diplomasi Indonesia tetap berpegang pada prinsip perdamaian dan pembangunan.
“Hubungan kita selama ini sangat bagus dengan Iran. Yang kita pertimbangkan adalah bagaimana mengubah kawasan konflik menjadi kawasan pembangunan. Itu sebenarnya arah diplomasi Indonesia,” tegasnya.
Anis Matta menambahkan, Indonesia akan terus mengedepankan pendekatan yang konstruktif dalam membangun hubungan dengan seluruh negara di Timur Tengah, sekaligus berupaya berkontribusi dalam menciptakan stabilitas kawasan melalui jalur diplomasi.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *