Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita islamofobia Kemanusiaan

Ketua MUI Bidang Ukhuwah Kecam Penembakan Masjid di San Diego: Bukti Nyata Bahaya Islamofobia Global

JAKARTA — Ketua Bidang Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia, Muhammad Zaitun Rasmin, mengecam keras aksi penembakan brutal yang terjadi di Islamic Center of San Diego, California, Amerika Serikat.

Insiden tersebut menewaskan lima orang, termasuk tiga jamaah masjid dan dua pelaku yang kemudian bunuh diri. Peristiwa itu disebut sebagai tragedi kemanusiaan sekaligus sinyal bahaya atas meningkatnya Islamofobia global.

“Kejadian ini adalah bentuk nyata dari kejahatan kebencian yang harus dihentikan. Menyerang rumah ibadah adalah tindakan pengecut dan tidak manusiawi,” tegas Ustaz Zaitun dalam keterangannya kepada media, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, serangan terhadap masjid bukan hanya menyasar umat Islam, tetapi juga menyerang nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan keberagaman yang menjadi fondasi kehidupan bersama.

Tangkap Layar Video Chanel Youtube CNN

MUI Sampaikan Solidaritas untuk Muslim San Diego

Ustaz Zaitun yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada komunitas Muslim di San Diego dan seluruh umat Islam di Amerika Serikat.

“Kami turut berduka sedalam-dalamnya atas wafatnya para syuhada dalam tragedi ini, termasuk petugas keamanan masjid yang menunjukkan keberanian luar biasa,” ujarnya.

Ia berharap para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Islamofobia Dinilai Semakin Mengkhawatirkan

Selain mengecam aksi kekerasan tersebut, Zaitun Rasmin juga menyoroti meningkatnya penyebaran ujaran kebencian anti-Islam, baik di ruang publik maupun media digital.

Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara itu menilai Islamofobia yang dibiarkan berkembang dapat memicu tindakan ekstrem berbasis kebencian.

“Akar dari kejahatan ini adalah ujaran kebencian yang dibiarkan tumbuh, baik di dunia nyata maupun media digital,” katanya.

Ia mendorong adanya kerja sama global antara pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh lintas agama, dan media untuk membendung arus kebencian terhadap umat beragama.

Desak Penegakan Hukum Tegas

Ustaz Zaitun turut mengapresiasi langkah cepat aparat keamanan Amerika Serikat yang menangani kasus tersebut sebagai hate crime atau kejahatan berbasis kebencian.

Menurutnya, dunia internasional tidak boleh permisif terhadap kekerasan yang dilatarbelakangi sentimen agama.

“Keadilan harus ditegakkan. Dunia tidak boleh lagi permisif terhadap kekerasan berbasis agama,” tegasnya.

Ia juga menyerukan perlindungan yang lebih serius terhadap rumah-rumah ibadah di berbagai negara demi menjaga keamanan dan kebebasan beragama.

FBI Selidiki Motif Anti-Islam

Insiden penembakan terjadi pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 11.45 waktu setempat di kompleks Islamic Center of San Diego.

Tiga pria dewasa dilaporkan tewas, termasuk seorang petugas keamanan masjid. Sementara dua pelaku yang berusia 17 dan 19 tahun ditemukan meninggal akibat bunuh diri.

Aparat kepolisian menyita catatan bermuatan anti-Islam dari kendaraan pelaku. Hingga kini, Federal Bureau of Investigation (FBI) masih melakukan penyelidikan terkait dugaan motif kejahatan kebencian dalam serangan tersebut.

Kompleks masjid sempat dikunci demi alasan keamanan, termasuk sekolah Al Rashid School yang berada di area Islamic Center. Seluruh siswa dilaporkan selamat.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *