Ahadtimes, Lili Wahid merupakan wanita teguh pendirian era pimpinan presiden SBY, telah tutup usia pada Senin (9/5/2022).
Dilansir dari laman nu.or.id kabar duka ini disampaikan oleh salah satu Alumni Pesantren Ciganjur, Mustiko.
Berdasarkan informasi yang didapat jenazah adik kandung dari Gus Dur – KH Abdurrahman Wahid ini akan disemayamkan di West Covina Blok SH 6/31, Kota Wisata Cibubur, Bogor.
“Insya Allah jenazah akan dimakamkan di pesantren Tebuireng Jombang besok berangkat dari rumah duka besok selasa 10 Mei 2022 pukul 05:00,” jelas Mustiko saat menginformasikan kemarin.
Perempuan yang lahir di Jombang Jawa Timur Timur pada 4 Maret 1948, dikenal sebagai adik kandung mantan presiden RI Alm. Abdurahman Wahid atau dikenal dengan Gus Dur.
Lily Chodidjah Wahid merupakan anak dan cucu Pahlawan Nasional, putri KH Wahid Hasyim, Menteri Agama RI pertama. Dia juga merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari.
Lily Wahid, wanita teguh pendirian era SBY, semasa hidupnya dikenal sebagai politikus. Ia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Syuro DPP PKB pada 2008.
Setelah memenangkan pertarungan di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur II pada Pemilu 2009, Lily Wahid berhasil melenggang ke DPR.
Saat itu, Lily Wahid ditempatkan di Komisi I DPR RI yang menangani Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia, Badan Intelijen Negara, Kementerian Pertahanan dan TNI.
Semasa itu kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat sering di kritisi oleh Lily selaku wakil rakyat di DPR.
Lily dan Tim 9 sempat menggagas usulan penggunaan hak angket DPR untuk mengusut kasus pengucuran dana Rp6,7 triliun ke Bank Century. Sepak terjang Lily ini membuat gerah pemerintah pusat, yang kala itu dipimpin oleh SBY – Susilo Bambang Yudoyono.
Selain Lily Wahid, Tim 9 terdiri dari Mukhamad Misbakhun yang saat itu masih menjadi kader PKS, Maruarar Sirait (PDI-P), Bambang Soesatyo (Golkar), Andi Rahmat (PKS), Chandra Tirta Wijaya (PAN), Ahmad Kurdi Moekri (PPP), Ahmad Muzani (Gerindra), Dan Akbar Faizal yang dulu di Hanura.
Aksi mengkritisi Lily juga sempat besebrangan dengan Fraksi PKB yang berimbas beliau harus diberhentikan dari FPKB, setahun setelah beliau menentang kenaikan BBM pada 2012 lalu.
“Tak ada satu pasal pun dalam Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) yang saya langgar,” kata Lily Maret 2013 lalu seperti dikutip beberapa media.
Jasad Lily akan dimakamkan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang pada Selasa (9/5). Lily Wahid, wanita teguh pendirian era SBY, meninggalkan tiga orang dari pernikahannya dengan Indrawanto – di kutip dari berbagai sumber. RYU.









