Bachtiar Nasir Ungkap Rencana Hari Internasional untuk Gaza Sebelum Wafatnya Ismail Haniyah
Ustadz Bachtiar Nasir, Pimpinan AQL, dalam konferensi pers yang digelar oleh Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) pada Rabu, 31 Juli 2024, di RM. Al Jazeerah, Polonia Jakarta Timur, mengungkapkan rencana Ismail Haniyah untuk mendeklarasikan 3 Agustus sebagai Hari Internasional untuk Gaza. Rencana tersebut dikemukakan Haniyah sebelum wafat akibat serangan brutal Israel.
Bachtiar Nasir menjelaskan bahwa Ismail Haniyah, yang juga Ketua Biro Politik Hamas, sempat mengumumkan tanggal 3 Agustus sebagai hari khusus untuk Gaza dan para tawanan Palestina yang kini sedang menghadapi pembunuhan secara perlahan. “Beliau mengumumkan bahwa tanggal 3 Agustus akan menjadi hari internasional untuk Gaza dan para tawanan yang sekarang sedang dibunuh secara pelan-pelan,” ujar Bachtiar Nasir.
Baca Juga :
Selain itu, Bachtiar Nasir juga mengungkapkan bahwa rencana deklarasi ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk mantan Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla, yang telah melakukan komunikasi dengan Presiden RI untuk menjadi tuan rumah dalam pertemuan lanjutan pasca deklarasi 14 fraksi di Beijing. Namun, rencana tersebut menjadi terganggu akibat meningkatnya agresi Israel pasca kembalinya Benjamin Netanyahu dari Amerika Serikat.
“Setelah kepulangan dari Amerika, Netanyahu semakin liar dan brutal, seperti ada energi baru. Persatuan ini membuat Israel semakin cemas,” tambahnya.
Ustadz Bachtiar Nasir juga menyampaikan keprihatinan atas intensifikasi kekerasan oleh Israel, yang menurutnya bertujuan untuk merusak persatuan di kalangan rakyat Palestina dan pendukung mereka. Namun, dia menegaskan bahwa serangan ini tidak akan melemahkan semangat perjuangan, melainkan memperkuat tekad para pendukung Palestina di seluruh dunia.
Dalam konteks ini, ARI-BP akan melanjutkan aksi solidaritasnya dengan menyuarakan dukungan bagi Gaza pada 3 Agustus mendatang, bersamaan dengan deklarasi yang telah direncanakan Ismail Haniyah. “Kita bersuara karena suara adalah kekuatan kita,” pungkasnya.
Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh ini ditutup dengan seruan untuk melaksanakan sholat ghaib di seluruh masjid pada hari Jumat, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan rakyat Palestina. (RYU)









