Sebanyak 27 orang asatidz dari Persatuan Islam (PERSIS) mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan metodologi fatwa di Darul Ifta, Mesir. Program tersebut, yang merupakan inisiatif dari Bidang Tarbiyyah PP PERSIS, mencakup pelatihan metodologi fatwa serta praktik pengambilan fatwa.
Ketua Bidang Tarbiyyah PP PERSIS, Ustadz Tiar Anwar Bachtiar, menyampaikan bahwa pelatihan berlangsung selama satu bulan penuh. Para asatidz, yang berasal dari pesantren hingga perguruan tinggi PERSIS, tidak hanya diberikan pelatihan metodologi fatwa tetapi juga penguatan keahlian bahasa Arab.
“Pelatihan tambahan bahasa Arab diintegrasikan dalam program untuk memantapkan kemampuan berbahasa Arab para asatidz,” kata Ustadz Tiar dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Ustadz Tiar, tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keilmuan para asatidz yang telah mahir dalam ilmu syariat berbahasa Arab. Program ini dihadiri oleh para asatidz senior yang memiliki pengalaman dalam bidang ilmu syariat.
“Para peserta dikirimkan ke Darul Ifta untuk mengasah kemampuan dan menambah pengetahuan mereka dalam bidang syariat, terutama mengenai metodologi fatwa,” jelas Ustadz Tiar.
Pelatihan ini juga mencakup analisis perbandingan metodologi antara Darul Ifta dan Dewan Hisbah PERSIS. Tujuannya adalah untuk memperkaya perspektif dan kemampuan para asatidz dalam menganalisis persoalan diniyah (keagamaan).
Program pengambilan fatwa tidak hanya fokus pada pembelajaran di Darul Ifta, namun juga melibatkan kunjungan para asatidz ke masyayikh di sekitar Kairo. Hal ini dilakukan untuk mempelajari metode pengajaran yang diterapkan oleh para masyayikh.
“Pemateri terkemuka, termasuk para mufti di Darul Ifta dan pengajar di Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, turut berkontribusi dalam program ini,” ungkap Ustadz Tiar. Program berlangsung selama satu bulan, mulai tanggal 1 hingga 28 Februari 2024.









