Topan Kalmaegi dan Banjir Vietnam: Dua Bencana Mematikan Asia Tenggara di Penghujung 2025
Ahadtimes.id — Asia Tenggara kembali diguncang dua bencana alam besar yang menelan korban jiwa dan memicu status darurat nasional. Filipina diterjang Topan Kalmaegi, sementara Vietnam mengalami banjir terburuk dalam sejarahnya.

Filipina: Topan Kalmaegi Menewaskan Ratusan Warga
Topan Kalmaegi menghantam wilayah tengah Filipina, termasuk Pulau Cebu, dengan kekuatan angin dan hujan ekstrem. Pemerintah Filipina mencatat:
- 142 orang tewas, 127 hilang, dan lebih dari 200.000 jiwa mengungsi.
- Infrastruktur rusak parah, termasuk jalan, jembatan, dan fasilitas umum.
- Sebuah helikopter penyelamat dilaporkan jatuh saat misi evakuasi.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. menetapkan status darurat nasional, mengerahkan militer dan tim SAR untuk mempercepat penanganan.
Vietnam: Banjir Besar Rendam Ribuan Rumah
Sementara itu, Vietnam bagian tengah seperti Hue, Da Nang, dan Quang Tri dilanda banjir besar akibat hujan deras yang melampaui rekor historis. Dampaknya:
- 47 orang tewas, 8 hilang, dan 130 luka-luka.
- Lebih dari 44.000 rumah terendam, 11.300 hektare lahan pertanian rusak, dan 152.000 ternak mati.
- Situs bersejarah dan jalanan berubah menjadi kanal, memaksa warga menggunakan perahu untuk evakuasi.
Pemerintah Vietnam mengerahkan bantuan logistik dan medis ke wilayah terdampak, serta memperingatkan potensi banjir susulan.
🌏 Ancaman Cuaca Ekstrem di Asia Tenggara
Kedua bencana ini menegaskan meningkatnya ancaman cuaca ekstrem di Asia Tenggara. Para ahli menyebut perubahan iklim sebagai pemicu intensitas badai dan curah hujan yang tak terduga.









